BUDIDAYA ITIK PEKING PDF

Budidaya Bebek Di Daerah Perkampungan — Budidaya bebek yang bagus di daerah perkampungan, karena di kampung masih banyak daerah tanah yang luas dari pada budidaya di kota yang tempat lapangan nya kecil. Budidaya bebek itu bagus untuk para pembisnis karena banyak restoran — restoran yang masakan nya mengunakan daging bebek, apa lagi jika kita punya […]. Mungkin untuk kesehatan semua orang sudah tahu, namun untuk kecantikan akan terasa asing didengar. Bagaimana bisa telur bisa bermanfaat untuk kecantikan? Jangan salah, telur sudah sering sekali dijadikan bahan untuk perawatan kecantikan loh. Macam-Macam Kandang Bebek Yang Modern — Untuk anda yang sedang ingin membuka usaha ternak bebek, ini adalah hal yang penting untuk baca sebagai menambah wawasan anda agar tidak salah melangkah dalam membangun usaha ternak satu ini yang akan kita bahas.

Author:Mezik Gor
Country:Pacific Islands
Language:English (Spanish)
Genre:Love
Published (Last):15 December 2019
Pages:231
PDF File Size:11.96 Mb
ePub File Size:11.40 Mb
ISBN:888-6-47236-478-4
Downloads:52385
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Yozshucage



So if you say "I can" you must bisa. Konsentrasi on goals rather than obstacles that face, that's the first key " Abu Ariibah ". Replace these every slider sentences with your featured post descriptions. Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions. This theme is Bloggerized by Lasantha - Premiumbloggertemplates.

Bebek Peking merupakan salah satu jenis bebek dalam kategori bebek pedaging, karena itu para peternak bebek peking memanen ternakannya sebagai daging.

Olahan makanan dari daging bebek peking sangat bervariasi dan cukup mendapat tempat di masyarakat. Selain itu pertumbuhan bebek peking relatif cepat, sehingga tidak heran bisnis bebek peking ini cukup prospektif untuk ditekuni. Sebagai upaya untuk memaksimalkan budidaya dan bisnis Bebek peking ini telah dikembangkan pola Kemitraan Peternakan Bebek Peking.

Mengapa Bisnis Bebek Peking Bisnis bebek peking merupakan peluang bisnis yang cukup potensial, jika anda masih penasaran dengan bisnis ini ada beberapa hal yang membuat peluang bisnis ini layak dipertimbangkan: 1. Dari segi laju pertumbuhannya, ternak itik dapat tumbuh lebih cepat dari ternak ayam, apalagi itik yang tergolong tipe pedaging seperti itik peking. Pada umur satu bulan berat itik peking sudah mencapai 1,5 kg dan pada umur 2 bulan beratnya sudah bisa mencapai 3 kg, sedangkan untuk ayam potong broiler pada umur yang sama hanya bisa mencapai berat sekitar 1 kg dan 2 kg.

Ternak itik diyakini jauh lebih tahan terhadap penyakit jika dibandingkan dengan ternak ayam. Sekalipun penyakit-penyakit yang menyerang ternak ayam pada umumnya juga menyerang itik, namun akibat yang diderita oleh itik tidak terlalu parah. Hal ini terkecuali hanya pada kepekaannya terhadap aflatoxin di mana itik amat peka terhadap aflatoxin yaitu jamur pada biji-bijian. Dalam bentuk usaha peternakan rakyat, peternakan itik dapat diusahakan dengan memanfaatkan peralatan yang amat sangat sederhana, misalnya perkandangannya serta alat-alat yang digunakan dalam kandang.

Bahkan itik dapat bertahan hidup di alam terbuka dengan model kandang seperti kemahnya anak pramuka. Dalam usaha peternakan itik yang diusahakan secara ekstensif kita dapat memanfaatkan alam sekitar di mana banyak terdapat sumber-sumber karbohidrat dan protein yang terbuang sia-sia seperti sisa-sisa panen padi di sawah, cacing, ikan-ikan kecil di sungai-sungai, dan lain sebagainya. Di samping itu, karena itik memiliki insting berkelompok flocking instinct yang amat kuat, maka ini sangat membantu dalam hal pengendalian terutama untuk model pemeliharaan yang bersifat ekstensif digembalakan.

Kulit telur itik pada umumnya lebih tebal dibandingkan dengan kulit telur ayam. Ini mempunyai arti penting dalam hal mengurangi resiko pecah atau retak terutama dalam penanganan product handling dan transportasi.

Terlebih untuk usaha penetasan telur dan pembuatan telur asin. Pada umumnya unggas air seperti ternak itik dan yang lainnya jarang bahkan bisa dikatakan tidak memiliki sifat kanibal dan agonistik berkelahi 7.

Sisi lain pemanfaatan limbah terutama bulu, selain dapat dimanfaatkan sebagai bahan kasur, bantal, atau pakaian, maka untuk bulu itik jenis tertentu seperti entok dan yang lainnya dapat dipergunakan sebagai bahan suttle kock. Ini berarti ada nilai lebih dari limbah yang berasal dari ternak itik. Secara umum harga produk ternak itik baik untuk komoditi telur atau daging terasa lebih stabil jika dibandingkan dengan produk ternak ayam.

Sebelumnya Pemerintah Provinsi Bangka Belitung Babel mengembangkan budidaya peternakan bebek peking karena meningkatnya permintaan pangsa pasar nasional dan internasional terhadap daging bebek tersebut.

Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Pertenakan Babel, Bayodandari, di Pangkalpinang, mengatakan, pemerintah daerah memotivasi para pengusaha dan peternak untuk mengembangkan bebek peking seiring dengan permintaan pasar terhadap daging bebek peking cukup tinggi.

Ia mengatakan, berdasarkan pengalaman di lapangan, bebek peking mempunyai kemampuan menghasilkan daging dengan waktu cepat serta kualitas yang tidak kalah dengan ayam ras pedaging. Bebek peking mempunyai kemampuan untuk menghasilkan produksi daging kurang dari dua bulan bisa menghasilkan berat badan sekitar 3 - 3,3 kilogram dan siap panen.

Menurut dia, permasalahan yang dihadapi peternak dalam mengembangkan bebek peking yakni ketersediaan bibit yang terbatas dan tingginya pakan bebek peking. Sementara ketersediaan bahan pakan ternak peking, peternak mengandalkan pasokan pakan dari Pulau Jawa dan Sumatera sehingga biaya produksi bebek peking tinggi," ujarnya. Menurut dia, Bangka Belitung Babel bisa mengimpor daging itik atau bebek paking ke sejumlah negara jika didukung oleh sarana yang memadai seperti listrik, pakan ternak dan lokasi pembibitan yang bisa membuat mempercepat perkembangbiakan bebek paking.

Banyak pertanyaan yang masuk kepada kami seputar DOD itik peking dan cara beternak itik jenis pedaging ini. Karena kapasitas kami yang kurang memadai dan waktu yang kami miliki juga sangat terbatas maka kami menurunkan sebuah artikel yang ditulis oleh Bapak Ir. Beliau adalah pegawai Dinas Peternakan Provinsi Jawa Barat, sehingga menjadi sangat pas lah ketika pakar dan ahlinya yang berbicara. Namun tidak menutup kemungkinan kalau ada pertanyaan dari pembaca seputar produk ini kami akan berusaha menjawabnya sebatas kemampuan dan kapasitas kami, insyaallah.

Semoga bermanfaat. Dimulai dengan adanya serangan penyakit unggas yang terkenal ganas yaitu penyakit avian influenza AI atau yang lebih populer dengan sebutan penyakit flu burung sampai dengan kenaikan harga bahan baku pakan ternak maupun pakan ternak jadi akibat kenaikan harga bahan bakar minyak, kondisi seperti itu dirasa sangat menekan terhadap perkembangan perunggasan secara menyeluruh.

Pembangunan sub sektor peternakan tidak bisa terlepas dari kegiatan pembangunan pertanian, karena pembangunan sub sector peternakan merupakan bagian dari pembangunan pertanian, hal ini sejalan dengan apa yang telah dicanangkan oleh bapak presiden republik indonesia pada tanggal 11 juni tentang revitalisasi pertanian, perikanan dan kehutanan RPPK di mana peternakan termasuk di dalamnya.

Apabila kita amati bersama dari kondisi yang telah terjadi dalam pengembangan pembangunan peternakan fokus yang paling menonjol dan perlu mendapat perhatian serius adalah komoditi perunggasan, hal ini disebabkan dengan banyaknya kasus penyakit ai maupun kenaikan harga pakan serta penurunan minat masyarakat terhadap budidaya unggas terutama unggas berupa ayam buras, malahan tidak sedikit kasus penyakit ai ini yang menyerang terhadap manusia, sehingga pembangunan perunggasan perlu disikapi dengan arif dan selectif serta harus bisa menciptakan terobosan alternatif untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan daging yang berasal dari unggas.

Dari pengalaman di lapangan ternyata ada komoditi lain selain ayam ras pedaging yang mempunyai kemampuan untuk menghasilkan daging dengan waktu cepat serta kualitas yang tidak kalah dengan ayam ras pedaging yaitu unggas air berupa itik peking peking duck.

Di mana peking duck mempunyai kemampuan untuk menghasilkan produksi daging kurang dari 2 bulan bisa menghasilkan berat badan sekitar 3 - 3,3 kg, sehingga sudah siap untuk dipotong.

Seperti yang telah dimuat dalam harian kompas terbitan Juni Dengan melihat kondisi seperti tersebut di atas kami mencoba membuat tulisan mengenai budi daya itik peking dalam rangka akselerasi pembangunan peternakan unggas air untuk pemenuhan kebutuhan akan daging dalam waktu yang relatif cepat, mudah dan bisa dikembangkan oleh masyarakat di pedesaan.

Maksud dan Tujuan Maksud dari pola pengembangan pemeliharaan itik peking ini antara lain: Untuk mencari alternatif terobosan dalam rangka mempercepat produksi daging yang berasal dari unggas air itik. Merubah pola usaha unggas air itik dari yang nomaden ke arah yang intensif. Menjadikan usaha unggas air itik menjadi usaha pokok masyarakat. Menciptakan peternak yang mandiri dan berkualitas peternak tangguh.

Menyediakan permintaan pasar terutama permintaan daging itik yang bekualitas. Sedangkan tujuan dari budi daya itik peking peking duck ini antara lain: Meningkatkan produksi daging itik yang berkualitas. Meningkatkan pendapatan dari para peternak itik. Menyediakan lapangan kerja bagi masyarakat pedesaan. Mengurangi tingkat pengangguran.

Memperkenalkan usaha peternakan itik jenis pedaging yang bisa menghasilkan daging kualitas prima dalam waktu relatif singkat Disamping penyediaan daging, juga bisa menghasilkan bulu itik feathers duck sebagai bahan kerajinan seperti shutle cok, jok kursi, kamoceng dll.

Permasalahan Dalam setiap kegiatan, tentunya selalu timbul permasalahan baik permasalahan yang besar maupun pemasalahan kecil, dan setiap permasalahan perlu dicarikan alternatif pemecahannya. Masalah itik peking ini ada sedikit permasalahan yang kiranya perlu diambil langkah-langkah untuk mencapai keberhasilan dan yang timbul pada saat ini diantaranya : Permintaan daging itik peking di pasaran cukup tinggi, tetapi sumber pasokan daging pada saat ini masih mengandalkan kepada daging import.

Budidaya itik peking pada saat ini masih dikuasai oleh pengusaha besar, sedangkan peternak di pedesaan masih relatif sedikit. Penyediaan bakalan DOD peking masih bersifat tertutup, belum secara mudah didapatkan oleh masyarakat luas.

Pola Pengembangan Budidaya Itik Peking Peking Duck System pemeliharaan Untuk menentukan suatu bentuk usaha terutama dalam usaha ternak itik, maka yang pertama kali diperhatikan yaitu tujuan usaha, apakah tujuannya untuk menghasilkan daging konsumsi atau mau menghasilkan bibit supaya untuk langkah selanjutnya bisa ditentukan system pemeliharaan yang akan diambil.

Pemeliharaan ini dilaksanakan oleh para peternak yang bersifat tradisional dan nomaden, kondisi ini banyak ditemukan di daerah Jawa Barat bagian utara, karena daerah pantura ini merupakan daerah persawahan yang cukup luas sehingga menjadi potensi bagi pengembangan itik dengan system extensif.

Pemeliharaan dengan system semi intesif, di mana ternak-ternak yang di pelihara sudah memperhatikan kandang ternak dan diberi makan tetapi sewaktu-waktu dilepas untuk mencari makan sewaktu ada peluang pada saat panen padi ataupun pada tempat-tempat yang mempunyai potensi sumber pakan yang alami Sedangkan pemeliharaan yang intensif, ternak-ternak peliharaan selalu di tempatkan dikandang dan diberi makan secara terus menerus serta sudah memperhatikan aspek-aspek teknis pemeliharaan ternak secara ilmiah dan sudah menggunakan teknologi-teknologi yang dianjurkan.

Untuk pemeliharaan itik peking peking duck , lebih tepat apabila dilaksanakan dengan system intensif, hal ini disebabkan itik peking peking duck merupakan itik ras pedaging yang mempunyai kemampuan kecepatan pertumbuhan dalam waktu yang relatif singkat, di mana dalam kurun waktu pemeliharaan kurang dari 2 dua bulan berat badannya sudah bisa mencapai di atas 3 kg dengan kondisi makanan yang baik dan itik sudah siap dijual sebagai itik pedaging, dengan kualitas daging yang prima. Dalam usaha budi daya itik peking peking duck ini dikenal beberapa tahapan pemeliharaan, terutama untuk usaha budidaya pembibitan sedangkan untuk budi daya penggemukan penghasil daging hanya dikenal 1 satu tahapan pemeliharaan.

Tahapan Pemeliharaan Pembibitan : A. Setelah umur 14 hari anak itik tersebut sudah mampu untuk menahan hawa dingin sehingga tidak perlu lagi dibantu dengan induk buatan pemanas , di kandang ini bisa dipelihara sampai umur 60 hari bagi pemeliharaan pembibitan, selanjutnya setelah umur di atas 60 hari dipindahkan ke kandang masa pertumbuhan grower. Untuk pemeliharaan anak ini bisa dalam bentuk postal ataupun menggunakan kandang box, untuk kandang box biasanya dilakukan pada umur 1 - 14 hari sedangkan dari umur 15 - 60 hari dilaksanakan pada kandang postal karena badan itik sudah mulai besar.

Untuk mempersiapkan peremajaan bibit, maka perlu dipersiapkan bibit pengganti yang mempunyai kelebihan atau keunggulan tertentu sebagai bibit pengganti, baik jantan maupun betina dengan sex ratio 1 : 4 1 jantan 4 betina. Ternak-ternak ini berfungsi sebagai bibit penghasil telur yang siap untuk ditetaskan sebagai sumber dod yang dipasarkan untuk bakalan pemeliharaan itik peking. Dengan makanan dan pemeliharaan yang baik ,berat badan itik peking yaitu mencapai sekitar 3,3 kg selama pemeliharaan kurang lebih 60 hari yaitu mulai umur 1 hari sampai umur 55 hari.

Pada umumnya itik-itik yang dipelihara untuk tujuan ini adalah itik peking yang jantan, tetapi yang betinanya pun mempunyai kemampuan yang sama dengan yang jantan hanya berbeda sedikit saja dalam hal berat. Silahkan buktikan!

Dengan tipe kandang ini biaya untuk kandang relatif lebih tinggi apabila dibandingkan dengan tipe kandang yang lain. Dengan tipe kandang battery ini, maka sistem perkawinannya harus menggunakan kawin buatan insiminasi buatan yang dilakukan oleh tenaga manusia yang ahli dalam insiminasi buatan dengan istilah inseminator.

Tipe kandang ini lebih cocok untuk pemeliharaan ternak unggas air dengan cara pemeliharaan yang intensif. Jagakarsa Kp. Calobak No. Pernah Gagal 12 Kali, Kini Fauzan Sukses Garap Bisnis Lele Berawal dari coba-coba,usaha budi daya lele sangkuriang yang dirintis Fauzan Hangriawan,25,telah memberikan kontribusi sangat berarti tidak hanya bagi dirinya,tetapi juga kepada lingkungan sekitarnya.

Fauzan adalah salah seorang sosok wirausaha muda yang mengembangkan pembudidayaan bibit lele dengan sistem plasma atau kemitraan. Dengan 20 petani binaannya, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Atmajaya ini bersama-sama mengembangkan usaha pembudidayaan lele dengan sistem manajemen kelompok, dimulai dari pembenihan, pembesaran hingga penjualan. Pria yang hobi olahraga ini telah menunjukkan bakat kewirausahaan sejak masih duduk di bangku SMP.

Dia mengaku telah melakukan usaha kecil-kecilan meskipun sifat awalnya hanya membantu teman untuk menjualkan barang seperti kerupuk dan nasi.

Awalnya dia mengaku iseng belajar budi daya lele karena melihat potensinya di samping menyukai bidang agrobisnis seperti peternakan dan perikanan. Fauzan lantas memulai membudidayakan lele dumbo terlebih dahulu pada September Proses pembelajarannya dilakukan secara autodidak melalui buku dan internet. Namun di tengah perjalanannya, dia menemukan banyak kendala di lapangan. Pada awalnya, dia mendapatkan hasil usaha yang tidak maksimal.

Mulai dari gagal panen, penjualan yang tidak sepadan dengan biaya produksi, serta tingginya tingkat kematian lele. Hingga pada akhirnya Fauzan membaca sebuah artikel di sebuah harian nasional yang membahas seorang sosok pembudi daya lele sangkuriang bernama Nasrudin. Dari situlah dia kemudian meneguhkan niat untuk berguru kepada Nasrudin.

Setelah mengikuti pelatihan,Fauzan langsung mempraktikkan ilmunya dalam rentang waktu dua minggu. Sembari membuka satu kolam, Fauzan tetap belajar dan berbagi dengan Nasrudin hingga akhirnya memberanikan diri untuk membuka delapan kolam. Seterusnya menjadi 25 kolam hingga akhirnya menjadi 75 kolam. Dari kolam tersebut Fauzan dapat menghasilkan Setelah memahami teknologi serta pemahaman yang mendalam budi daya lele sangkuriang,dia kemudian mencoba mengajak warga dan petani lele yang ada untuk bekerja sama membudidayakan lele sangkuriang.

Dalam model kerja sama ini, Fauzan bertindak sebagai pembenih dan pembesaran lele diserahkan kepada para petani. Untuk mengegolkan usahanya, Fauzan mengeluarkan modal awal Rp4,5 juta. Kita jelaskan dari A sampai Z,bahkan hingga pemasaran kita bantu juga.

INFOCUS LP425Z MANUAL PDF

Jaringan Penyelamatan Bebek

Bebek umumnya yaitu burung akuatik yang beberapa besar berukuran lebih kecil dibandingi kerabatnya, angsa dan angsa berleher pendek, dan dapat ditemukan pada perairan air tawar maupun air laut. Pada kesempatan kali ini saya juga memberikan video tutorial Ternak Bebek Peking Pedaging dan Hibrida-Lampung Tengah Poncowati yang bisa anda unduh untuk dijadikan sebagai referensi merancang sebuah bisnis. Kami merupakan Peternak bebek dari Lampung Tengah. Siap mengisi warung tenda, warung makan, hotel, pasar, supermarket, cafe dan catering. Menerima pesanan karkas eceran.

D1VL PARKER PDF

.

LM387N DATASHEET PDF

.

JURNAL EPS ROA PDF

.

Related Articles